- See more at: http://otodidakers-tutor.blogspot.com/2013/05/cara-menampilkan-judul-posting-sebelum.html#sthash.86vRNnML.dpuf

Jumat, 02 Juni 2017

Sesepuh Desa Karanggetas Blok Maja Kroya


Mengungkap Fakta Sejarah Sesepuh Desa Karanggetas Blok Maja Kroya RT 17/5 Kec. Bangodua Kab. Indramayu.





Desa Karanggetas Blok Pecantilan Majakroya RT 17/5 dihuni sekitar 50 kepala keluarga. Bila ingin beraktivitas menuju ke Desa Tegalgirang Kecamatan Bangodua, mereka harus melintasi jembatan bambu yang dibuat secara gotong royong itu.

Warga Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5 menga­takan, dirinya dan warga lainnya sudah puluhan tahun melintasi jembatan yang belum ada namanya ini. Dan setiap tahunnya selalu diperbaiki jika ada batang bambu yang patah ataupun rusak. “Warga sudah puluhan tahun sudah terbiasa melintasinya. Terkadang mereka merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah karena sudah puluhan tahun mereka melintasi jembatan itu, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada perhatian sama sekali, dari dulu sampai sekarang belum ada pembangunan jembatan yang layak untuk mreka,”
Masyarakat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk warga Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5, karena warga sangat membu­tuhkan jembatan yang layak untuk mereka seberangi yang keamanannya jauh lebih aman dari sekarang.

Namun pada akhirnya impian warga Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5 terwujud juga, dengan di bangunnya jembatan beton yang diberi nama jembatan Ki Banyar yg telah diresmikan pada hari Senin, 30 Januari 2017, dan pemberian nama jembatan tersebut di ambil dari nama seorang yang mempunyai andil besar di Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5 tersebut yaitu Ki Banyar.



 

 


Sosok Ki Banyar adalah seorang sesepuh yang mempunyai andil besar di desa tersebut, karena ia adalah orang yg pertamakalinnya menempati pecantilan tersebut sebelum ada warga lainnya yg bermukim di situ, dengan aktifitas kesehariannya yaitu bertani dan berkebun, di selah-selah kesibukannya ia sering menyempatkan diri mencari ikan di sungai sekedar untuk lauk makan kesehariannya, hingga pada suatu saat ia menemukan se ekor anak buaya yang terjepit diselah-selah baro (rakitan kayu dan bambu penahan tanah di tepi sungai).



Anak buaya tersebut ia pelihara layaknya seperti anaknya sendiri bahkan anak buaya itu sering di tidurkan bersama disamping anak bayinya yang masi kecil. hingga pada suatu saat anak buaya itu dikembalikan kehabitatnya di sungai dimana ia menemukan anak buaya tersebut dengan di beri tanda yaitu di potongnya sedikit ujung ekor anak buaya itu, sehingga anak buaya itu di juluki dengan nama buaya buntung, bersamaan dengan di lepaskannya buaya tersebut Ki Banyar mengucapkan kata seola memberikan nasehat kepada anak buaya itu,”Besuk aja gangu ning anak putu Ki Banyar” (suatu saat jangan mengganggu anak cucu Ki Banyar). Bahkan setiap hari-hari tertentu Kibanyar sering memberikan sesaji di tepi sungai dengan maksud memberi makan anak buaya tersebut karena sudah menganggap seperti anaknya sendiri.

Selang beberapa waktu kemudian bertambahlah warga penduduk Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5, yg setiap harinya beraktivitas hilir mudik menyebrangi sungai tersebut dengan jembatan dari sebatang bambu, dan sungai tersebut juga dijadikan tempat aktivitas warga untuk mandi cuci baju dll, bahkan warga sekitar sering menyaksikan kemunculan buaya tersebut bersamaan ketika Kibanyar sedang mandi atau mencari ikan di sungai. bahkan sampai saat ini proses pemberian makan / sesaji masi sering dilakukan oleh generasi penerus Kibanyar, hingga saat ini nama Kibanyar telah diabadikan disebuah jembatan beton Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5, dengan nama “Jembatan Kibanyar” .karena oleh warga sekitar dianggap sebagai sesepuh / pentolan yg berjasa atau berperan penting dalam berkembangnya warga penduduk Desa Tersebut. Dijelaskan Wa Subah (65), warga Desa Karanggetas Blok Pecantilan Maja Kroya RT 17/5 Kec. Bangodua Kab. Indramayu. Bersambung.

Barangkali masi ada kekurangan silahkan bagi yang lebih tauh lagi disarankan untuk menambai bukti, fakta dan sejarah tersebut.


1 komentar: